Sejarah

SEJARAH KUD ARIS

KUD Aris Banyumas berdiri pada tahun 1974 tepatnya pada bulan Juli 1974 yang merupakan penggabungan                   (amalgamasi) dari koperasi-koperasi primer yang ada di dua belas desa di wilayah Kecamatan Banyumas. Aris sendiri merupakan singkatan dari Anggayuh Rakyat Indonesia Sejahtera. Dengan Nomor Badan Hukum     2054a/12-67 tanggal 3 Nopember 1975 61291/BH/VI

Sejak menjadi badan hukum maka KUD Aris resmi menjadi KUD yang terdaftar pada Departemen Koperasi. KUD Aris yang berada di Wilayah Kecamatan Banyumas secara geografis terletak di Desa Kejawar pada km 0.

Dengan perkembangannya yang yang sangat pesat maka pada tanggal 23 September 1980 KUD Aris ditetapkan sebagai KUD model di Wilayah Jawa Tengah. Selanjutnya pada tanggal 29 Oktober 1983 KUD Aris ditetapkan sebagai KUD Andalan dan mendapatkan kesempatan menjalin kerjasama dengan APEGTI BULOG Jawa Tengah.

Pada tanggal 19 Nopember 1986 KUD Aris ditetapkan sebagai KUD yang memiliki Jenis Serba Usaha dengan Klasifikasi A (Baik). Selanjutnya pada tanggal 7 April 1988 KUD Aris mendapatkan sertifikat klasifikasi pada kelas A (sangat baik) dengan nilai 92. Dan pada bulan Desember 1988 KUD Aris dicalonkan sebagai KUD Mandiri. Sejak tahun 1992 KUD Aris merupakan KUD teladan nasional Pada perkembangannya KUD Aris diajukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas diusulkan menjadi KUD teladan nasional untuk tahun 2006.

Selain itu KUD Aris juga menjadi tempat penelitian bagi para mahasiswa perguruan tinggi yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas dan juga menjalin kerjasama dengan berbagai sekolah dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri.

Menyusul dicabutnya  berbagai kebijakan dan kemudahan yang diperoleh KUD paska reformasi  tahun 1998, diantaranya pengadaan pangan, Saprodi  dan penyaluran pupuk, KUD Aris juga nyaris gulung tikar. Tidak tahu apa yang mau dikerjakan, karena semua bisnis “berbau” pemerintah tidak diperbolehkan lagi.

Untung saja  pengurus KUD ARIS dan kawan-kawan tidak mau terlena dan dengan cepat mengambil sikap berbalik arah – beralih dari “bisnis program ala pemerinah” ke bisnis murni pola swasta.  “Jika tidak, boleh jadi KUD Aris sudah tinggal papan nama saja,” . Seraya menambahkan  di sinilah antara lain letak keunggulan dan perjuangan KUD ARIS untuk mempertahankan keberadaan KUD Aris.

 “Jika dulu Core Business  kita adalah Rice Milling Unit (RMU), Saprodi  dan distribusi pupuk, tak demikian lagi sekarang ini. Toko swalayan menjadi andalan,” inilah bagian dari sebuah perjuangan agar KUD tidak mengalami kehancuran

Pada Tahun 2010 KUD Aris Melakukan Digitalisasi secara sistem administrasi, agar semua alur pembukuan bisa terkontrol dan memudahkan para karyawan melakukan pekerjaannya .

RAT tahun 2019 kemarin atas kesepakatan para anggota dan pengurus KUD ARIS melakukan PIVOT (  sebuah aktivitas pengembangan bisnis dengan mengubah model bisnis itu sendiri, namun tetap berpijak pada visi yang dimiliki) untuk melakukan terobosan secara Digital dengan membuat sebuah Platform Koperasi Digital secara mandiri tanpa tergantung dari PIHAK KETIGA yaitu membuat sistem secara digital berbasis web dan android agar memudahkan para anggota bisa melakukan transaksi tanpa harus datang ke KUD Aris ( karna hampir 60%) anggota KUD Aris adalah orang tua.